Indonesia Tuan Rumah World Tobacco Asia 2012 (lagi). Bangga?

Tahun 2010 lalu, khalayak dunia maya dikejutkan dengan sebuah video yang mengungkap sisi gelap perindustrian tembakau di Indonesia. Video itu berjudul “Sex, Lies, and Cigarettes: Vanguard Sneak Peek” oleh Christopher Putzel yang bahkan masih populer di Youtube hingga saat ini. Yang belum lihat, silahkan lihat di http://www.youtube.com/watch?v=DiyWK3fzTpA. Memang agak lama, tapi bagi teman-teman yang peduli akan kesehatan bangsa, relakanlah waktu Anda.

Tahun ini, Indonesia kembali menjadi tuan rumah World Tobacco Asia. Alasan panitia cukup menyesakkan:

Indonesia’s cigarette market is considered the world’s fastest developing market. 30 percent of the 248 million adult population smokes which makes Indonesia the fifth-largest cigarette market in the world.
Indonesia is a recognized tobacco-friendly market with no smoking bans or other restrictions and regulations in contrast to neighboring ASEAN countries. In 2009, the Asia Pacific region added six million new smokers and will add another 30 million smokers by 2014.

Bahkan, untuk jadi peserta pameran “kesuksesan” industri tembakau di Indonesia dalam acara berkala internasional ini, Anda tidak perlu takut dan repot, karena semuanya gratis. GRATIS.

Free registration for the exhibition
Entrance to the exhibition is FREE OF CHARGE to all industry-related personnel.

Oke, terus, kenapa kita harus takut, marah, menolak, dan berteriak?

Pertama, jelas rokok itu tidak baik. Di bungkus rokok, meski belum begitu besar, tertulis sebagian kecil bahayanya rokok. Tulisan itu tidak main-main. Silakan search sendiri dengan mesin pencari di internet tentang kanker paru-paru dan betapa berbahayanya penyakit itu.

“Tapi kan tidak semua perokok terkena kanker paru-paru.”

Kata siapa? Dari seluruh kanker paru-paru yang ada, 80% hingga 90% disebabkan oleh rokok. Terlebih, setelah terdiagnosis terkena kanker, maka hampir dapat dipastikan sudah mencapai stadium lanjut. Hal ini disebabkan stadium awal biasanya asimptomatis dan sulit bahkan tidak mungkin terdiagnosis. Setelah stadium lanjut, maka bertaubatlah. Karena kemungkinan usia sudah dapat diperkirakan. Dan usia itu tidaklah panjang.

Dengan adanya WTA, kasus rokok yang menyebabkan kanker pada individu tadi akan makin masif dan bersifat global.

Apa yang akan terjadi dengan adanya WTA?

World Tobacco Asia 2012 di Indonesia akan berdampak menarik investor asing industri rokok ke Indonesia, menyebabkan industri rokok Indonesia akan semakin masif dan berakibat pada:
1. Peningkatan jumlah perokok di Indonesia. Saat ini saja Indonesia merupakan pasar rokok kelima terbesar di dunia dan tuan rumah dari rokok kretek. Sekitar 57% dari penduduk laki-laki dewasa adalah perokok aktif dan 5% dari populasi perempuan dewasa, serta perokok anak-anak saat ini berkisar 4% dari total jumlah perokok yakni sekitar 65 juta jiwa. Kemudian dengan meningkatnya jumlah perokok aktif maka dipastikan jumlah perokok pasif juga akan meningkat.
2. Peningkatan biaya penyembuhan karena rokok, baik berasal dari jaminan kesehatan maupun uang pribadi masyarakat. Saat ini biaya penyembuhan karena rokok mencapai 186 triliun sedangkan pendapatan dari cukai “hanya” 62 triliun.
3. Peningkatan kemiskinan. Dengan meningkatnya jumlah perokok, maka meningkat juga biaya kebutuhan rumah tangga perokok tiap hari. Ketergantungan akan menurunkan pendapatan perokok.
4. Semakin sulitnya upaya pengendalian tembakau. Saat ini sekitar 8 juta orang terikat bekerja dengan perusahaan rokok, baik sebagai pegawai pabrik maupun petani dan sebagainya. Semakin besar industri rokok Indonesia, maka jumlah ini akan terus bertambah mengakibatkan makin sulit upaya pengendalian tembakau.
5. Akusisi perusahaan rokok nasional oleh pihak asing. Hal ini menyebabkan kapitalisasi perusahaan Indonesia oleh asing. Contoh, Perusahaan Sampoerna yang kini 97% sahamnya dimiliki Phillip Morris International Inc.
6. Peningkatan impor tembakau ke Indonesia. WTA 2010 lalu tidak membantu petani Indonesia karena Indonesia mengimpor sebagian besar tembakau.

WTA 2012 ini sangat vital. Ditambah dengan regulasi tembakau/rokok di Indonesia belumlah kuat. Regulasi baru yang diajukan terus ditolak dan ditunda, bahkan tidak menjadi prioritas utama bagi anggota dewan yang terhormat.

Dengan kondisi yang masih “bebas” ini, maka saudara kita dari sisi sebrang yang pro terhadap rokok memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. WTA juga merupakan konsolidasi dan penguatan jaringan dan kekuatan melawan pihak yang pro terhadap kesehatan bangsa.

Melawan mereka ini bukanlah perkara yang mudah. Mereka punya modal besar dan mampu mengendalikan bahkan anggota dewan. Untuk dalam negeri, daftar orang terkaya selalu tak lepas dari pemilik industri rokok dalam negeri. Sedang investor luar negeri tentu memiliki lebih.

Maka, dalam pertempuran yang sulit ini, yang dapat diandalkan adalah teriakan, suara, tuntutan, dan gerakan yang nyata dari orang-orang yang peduli. Dalam ketidakberimbangan peta kekuatan ini, maka berhenti dan menyerah bukanlah pilihan.

Bagi Anda yang peduli akan kesehatan bangsa, akan produktifitas bangsa, mari kita tolak WTA.

Sumbangkan tenaga, usaha, dan doa demi bangsa. Demi kemerdekaan menghirup udara segar dan kemerdekaan memiliki paru-paru yang sehat.

Fajar Faisal Putra
Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran 2010
Pengurus Harian Kajian Strategis Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s