Literature Review Liga Medika – Sebuah Catatan

Sejak hari Jum’at tanggal 4 Mei, kelompok kami yang terdiri dari saya (Aang Setiawan), Todia Pediatama, dan Hafdzi Maulana sudah mempersiapkan keberangkatan kami untuk presentasi Literatur Review Liga Medika, yang akan dilaksanakan pada hari Senin, 7 Mei 2012. Pada hari Sabtu sebelumnya, saya dan Todia melakukan hunting rambut jagung ke beberapa pasar di wilayah Kota Bandung. Itu kami lakukan karena hal tersebut berkaitan dengan karya tulis yang membahas tentang fungsi dari rambut jagung yang luar biasa. Seperti judul karya tulis kami, Extract corn silk as a Preventive Methode of Hypertension in  Cardiovascular Disease. Hal itu kami lakukan untuk menunjukkan atau memberikan sample atas karya tulis yang kami buat.

Sambil menuju Jatinangor untuk membawa barang-barang dan kebutuhan yang kami perlukan, dan juga untuk menjemput salah satu anggota tim kami yakni Hafdzi Maulana, kami meyusuri pasar sambil mencari pedagang jagung. Karena mencari di siang hari, tentunya jagung-jagung di pasar sudah habis terjual. Kami pun sempat putus asa, tapi kami tetap berusaha dan berdoa. Alhamdulillah, ibu dari Todia membantu kami mencari jagung sampai kami mendapatkannya.

Kami kemudian kembali menuju Kota Bandung untuk persiapan dan latihan presentasi di rumah tim kami yakni Todia Pediatama. Dengan bimbingan ayah dia, kami mendapat masukkan dalam hal presentasi dan pembuatan slide.

Keesokan harinya, Minggu tanggal 6 Mei 2012, kami beserta teman-teman rombongan Fakultas Kedokteran Unpad lainnya yang juga akan mengikuti pertandingan Liga Medika, bersama-sama berangkatk e Jakarta sekitar pukul 08.00 WIB dengan mengendarai  bus FK. Dipimpin oleh ketua kontingen Mahdi dari angkatan 2011 yang merupakan anggota dari SPU, salah satu seksi di Sema FK Unpad yang mengurus dan menangani UKM, dan juga ditemani oleh ketua SPU itu sendiri, Pesiar Ilman, dan ketua Sema FK Unpad Poundra Adhisatya Pratama, kami pergi dan akhirnya tiba di lokasi sekitar pukul 12.00 WIB. Saya dan teman-teman bidang Sains langsung­ check in di hotel Aston Rasuna yang berlokasi di kompleks Bakrie untuk beristirahat, sedangkan beberapa teman kami lainnya langsung menuju lokasi pertandingan, khususnya Tim Futsal yang akan langsung bertanding sore harinya.

Di hotel kami bersama-sama teman yang lain yakni yang mengikuti perlombaan bidang sains¸ yaituScientific Poster, sejenak beristirahat. Kami beristirahat di kamar yang sama, dikarenakan dari panitia menyediakan penginapan untuk malam berikutnya, tidak untuk malam ini. Bersyukur sekali ibunda dari teman kami Todia berbaik hati menyipakan penginapan untuk kami.

Malam harinya, kelompok saya dan kelompok yang lain silih berganti latihan presentasi. Kelompok yang lolos Literature Review ada tiga kelompok, termasuk kelompok kami. Kami saling mengkoreksi kekurangan dari setiap individu masing-masing agar presentasi keesokan harinya bisa lebih baik. Saya sendiri berlatih sampai kira-kira pukul 02.00 WIB, karena saya sangat nervous. Ketika latihan, saya merasa yang paling kurang baik disbanding teman-teman yang lain. Sebelum tidur saya menyempatkan untuk melaksanakan Sholat Taubat, Tahajud, dan ditutup dengan Sholat witir untuk meminta ampun atas segala dosa yang saya lakukan, meminta kemudahan dan kelancaran untuk presentasi dan kembali meluruskan niat, bahwa semua yang saya lakukan hanyalah semata-mata untuk beribadah kepada-Nya dan untuk fastabiqulkhoirots, atau berlomba-lomba dalam kebaikan. Ya, saya pikir dengan saya mengikuti lomba ini saya berlomba-lomba dalam kebaikan, berlomba-lomba dalam adu intelektualitas.

Dengan mengucapkan bismillah, keesokan harinya, pukul 07.30, kami berangkat menuju lokasi dengan mengendarai mobil yang telah disediakan oleh panitia.Ketika kami sampai di lokasi, kami segera melaksanakan daftar ulang. Setelah itu, kami pun masuk ke aula FK UI. Bangunan dari FK UI yang penuh sejarah ini, sampai hari ini masih terlihat megah dan bernilai historis, meskipun terlihat kurang modern dibandingkan dengan bangunan di sekitarnya. Namun, hal tersebut tidak membuat rasa takjub saya berkurang terhadap bangunan kampus FK UI yang pertama kalinya saya lihat.

Acara dimulai dengan pembukaan, sambutan dan technical meeting. Literature Review mendapat giliran presentasi setelah Research Paper dan bertempat di aula dimana kami melaksanakan pembukaan dan technical meeting. Diperkirakan kami melakukan presentasi ba’da Dzuhur. Kami mendapat urutan tampil peserta nomor undian tiga. Bismillah, kami mendapatkan nomor ganjil, dan Alloh SWT menyukai nomor ganjil, hibur hati saya terhadap diri saya sendiri. Sekitar pukul 10.00 WIB setelah technical meeting, ketika para peserta Research Paper mempresentasikan karya mereka, saya menyempatkan dirimelaksanakan Sholat Dhuha di musholla kampus FK UI.

Akhirnya giliran kami pun tiba. Sekitar pukul 13.30 kami mendapat giliran presentasi. Dengan tidak lupa membawa product yang telah kami buat dan persiapkan sebelumnya, kami melangkah bersama-sama ke podium. Ketika itu kami berada di hadapan dua juri dengan gelar Profesor di bidang jantung dan doktor konsultan di bidang kardiovaskuler, yang sangat membuat kami tegang. Dengan mengucap bismillah, kami pun memulai presentasi dengan bergantian. Alhamdulillah sejauh ini berjalan lancar, namun ketika tiba giliran saya, animasi dan materi yang seharusnya mucul di slide yang telah kami persiapkan tidak muncul. Saya sangat tegang. Namun, karena saya telah paham dengan isi slide tersebut, saya tetap melanjutkan presentasi saya. Ketika giliran rekan saya, Hafdzi, hal serupa pun terjadi. Meskipun begitu, dia tetap berusaha tenang dan percaya diri. Setelah selesai presentasi, kami pun meminta maaf atas kesalahan teknis sehingga beberapa animasi dan materi di slide tidak muncul. Lalu tibalah sesi tanya jawab. Juri pun bertanya dan meminta kami untuk memperlihatkan slide yang sebelumnya tidak muncul saat presentasi untuk mengetahui presentasi secara keseluruhan. Kami pun sangat lega. Kemudian juri pun bertanya beberapa pertanyaan dan Alhamdulillah kami bisa menjawabnya dengan lancar.

Ketika presentasi selesai, kami mengucap syukur, yang membuat kami lebih tenang. Saya sendiri sangat merasa bersalah kepada dua rekan saya, karena kesalahan teknis yang terjadi yang sesungguhnya bukan kesalahan dari kami. Namun, dengan sikap ramah, kedua rekan saya menenangkan saya dan tidak menyalahkan saya.Sebaliknya, mereka menghibur saya. Kedua rekan saya berkata untuk ikhlas dan sabar dan juga bertawakal kepada-Nya.

Akhirnya saat  yang ditunggu-tunggu pun tiba. Selasa, 8 Mei, sekitar pukul 16.30 di tempat yang sama seperti saat presentasi, pengumuman pemenang pun dilaksanakan. Kami hanya bisa ikhlas dan pasrah. Saat diumumkan juara ketiga dan kedua dengan nama kami yang tidak disebut, kami sudah ikhlas jika belum menjadi pemenang. Tetapi, subhanalloh, ketika pengumuman Juara I disebut, nama kamilah yang dipanggil. Kami sangat terkejut dan bersykur kepada-Nya. [E:U4X]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s