SATU ABSTRAK, SATU MAHASISWA, SATU INDONESIAN

Prestasi luar biasa. Bukan sekadar berhasil mempresentasikan Learning Issue di depan teman tutor, namun sampai mempresentasikan skripsinya di depan forum dokter-dokter spesialis jantung dunia. Hal inilah yang membuat kakak kita yang satu ini, Mega Febrianora, menjadi patut diikuti jejaknya.

Semuanya berawal dari menerima tantangan dosen pembimbing skripsinya, dr. Chaerul Achmad, Sp. JP. Beliau menantang Kak Mega untuk dapat mempublikasikan skripsinya di forum internasional. Walaupun awalnya agak minder, Kak Mega tetap percaya diri dan terus mencari informasi mengenai event  yang berkaitan dengan hal itu.

Sampai pada akhirnya, Kak Mega menemukan event yang tepat dan mencoba mengirimkan abstrak penelitiannya pada bulan Desember 2011. Event tersebut adalah Interventional Cardiology, 27th Annual International Symposium yang berlangsung tanggal 4-9 Maret 2012 di Aspen, Colorado, Amerika Serikat. Lebih hebatnya lagi, event ini diikuti oleh professor dan dokter spesialis dan sub spesialis jantung seluruh dunia.

Setelah penantian panjang, Februari 2011 Kak Mega mendapat email balasan yang berarti abstraknya yang berjudul “Quality of life ST elevation myocardial infarct treated by primary percutaneous coronary intervention versus medical therapy in Hasan Sadikin Hospital Indonesia”  akan dia presentasikan pada forum internasional itu.

“Saya senang, sedikit tegang, namun bangga rasanya bisa membawa nama Indonesia dan FK Unpad,” ungkap Kak Mega saat kami tanya perasaannya mengikuti event ini. Kemudian, menurut Kak Mega, “Jadi acara ini tuh diikuti oleh berbagai negara di dunia, namun untuk Asia, diwakili oleh Jepang, Korea, dan untuk pertama kalinya, Indonesia. Itu berarti aku orang Indonesia pertama yang ikut event ini, satu-satunya mahasiswa di tengah-tengah para professor dan dokter spesialis, berjilbab pula. Mereka juga ramah.”

Pesan dari Kak Mega, apapun yang kita kerjakan hendaknya tidak setengah-setengah, walaupun lelah, tetapi ketika kita telah menikmati hasilnya, semua rasa lelah itu terbayar lunas begitu saja. Hal ini dialami Kak Mega saat dia harus mengecek medical record dan mendatangi alamat rumah kurang lebih 190 pasien calon objek penelitiannya. Perjuangan yang tentu tidak mudah.

Semoga jejak kakak kita yang hobinya main dan menikmati hidup ini bisa kita ikuti.

 

-Iva Tania-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s