Unpad Tanggapi Positif Kebijakan Unggah Karya Ilmiah

[Unpad.ac.id, 27/02/2012] Unpad menyikapi positif Surat Edaran Dirjen Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) No. 152/E/T/2012 terkait dengan kebijakan mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat kelulusan bagi mahasiswa S-1 dan syarat kenaikan pangkat dosen. Untuk itu, Unpad akan mempersiapkan berbagai upaya terkait penerapan kebijakan tersebut sekaligus meningkatkan kuantitas dan kualitas jurnal ilmiah yang sudah ada di lingkungan Unpad saat ini.

 

Hal tersebut disampaikan oleh Pembantu Rektor Bidang Perencanaan, Sistem Informasi, dan Pengawasan Unpad, Prof. Tarkus Suganda dalam acara Persiapan Lokakarya Publikasi Online dan Penyusunan Program Kerja yang berlangsung di Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad, kampus Jatinangor, Senin (27/02). Acara ini dihadiri oleh para Pembantu Rektor Unpad, para Pembantu Dekan I, Asdir I Program Pascasarjana, Direktur Cisral, Direktur Dcistem, Kepala UPT Humas dan pengelola jurnal di tingkat fakultas.
Untuk mengaplikasikan kebijakan Dikti tersebut, Unpad akan menyusun format dan aturan terkait kebijakan jurnal ilmiah tersebut dalam sebuah lokakarya yang melibatkan seluruh pihak terkait di lingkungan Unpad. Publikasi karya ilmiah dilakukan dalam dua versi, yaitu cetak dan online. Saat ini di Unpad ada beberapa program studi yang telah memiliki jurnal ilmiah cetak dan online baik yang terakreditasi maupun yang belum.
Dengan adanya kebijakan Dikti untuk mengunggah karya ilmiah mahasiswa S-1 sebagai syarat kelulusan, keberadaan jurnal-jurnal tersebut perlu mendapat perhatian khusus agar dapat mengakomodir jumlah lulusan Unpad yang dapat mencapai 10.000 lulusan pertahunnya. Untuk itu, perlu disusun format yang tepat untuk dapat mengakomodir seluruh karya ilmiah tersebut.
Publikasi karya ilmiah dalam jurnal baik cetak maupun online ini tentu tidak bisa sembarangan. Jangan sampai hanya untuk kepentingan kelulusan saja, kurang memperhitungkan kualitas penelitian dan penulisannya. Selain itu, jangan sampai karya ilmiah yang diunggah tersebut terjebak dalam plagiarisme.
“Untuk itu perlu pengelolaan khusus masing-masing jurnal agar dapat berkonsentasi mengelola jurnal tersebut,” ujar Prof. Tarkus.
Pengelolaan ini tidak hanya memperhitungkan sisi kualitas dan plagiarismenya saja. Para pengelola jurnal juga harus memperhitungkan upaya-upaya praktis untuk meningkatkan nilai Webometrics Unpad. Sejauh ini, beberapa pihak sudah mengupayakan berbagai upaya strategis untuk hal tersebut.
Pengelolaan jurnal ilmiah seperti ini pun menjadi salah satu sorotan dalam acara tersebut yang akan diagendakan dalam lokakarya mendatang. Untuk mensosialisasikan kebijakan unggah karya ilmiah ini, perlu juga diikuti dengan memperbanyak sosialisasi melalui pelatihan dosen dan mahasiswa terkait dengan penulisan artikel, pengelolaan jurnal dan etika riset dan penulisan karya ilmiah tersebut. *

Bagaimana menurut anda, kawan?

Source: http://www.unpad.ac.id/archives/52249