UKDI: Uji Kompetensi Dokter Indonesia

Hai hai hallo teman-teman FK Unpad!

Masih ingat atau baru tahu dengan apa yang namanya UKDI? Bolehlah sabi direview dikit tentang UKDI. UKDI merupakan ujian berskala nasional untuk menstandardisasi kemampuan lulusan dokter seluruh Indonesia. Gak main-main, lho, skala nasional semacan UAN nya ketika masa SMA. Uji kompetensi tersebut juga bertujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan medis yang diberikan dokter serta memberikan kepastian hukum kepada masyarakat dan dokter.

Apa yang bakal terjadi kalo UKDI gak ada? Kondisi di Indonesia saat ini banyak sekali jumlah fakultas kedokteran dengan kualitas dan mutu yang berbeda-beda, yang jika UKDI tidak dilakukan akan terjadi kesenjangan kualitas dari dokter baru dari institusi-institusi tersebut. Dengan adanya UKDI lulusan dokter akan di uji kemampuannya dalam menganalisa kasus-kasus simulasi di tes tersebut. Kemampuan analisis ini mutlak diperlukan oleh seorang dokter untuk bisa menangani pasien dengan cepat dan tepat. Menurut Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyatakan bahwa uji kompetensi bagi dokter dan dokter gigi ini penting dan merupakan amanat UU Praktik Kedokteran dan merupakan bagian dari perjalanan seorang dokter yang bertujuan antara lain memberikan perlindungan kepada pasien. IDI sangat tegas dengan kebijakannya ini, meski pihak kontra-UKDI menyatakan bahwa UKDI merupakan penghambat proses dokter untuk melakukan praktek padahal Indonesia masih membutuhkan banyak dokter. Karena kualitas memang lebih penting dari pada sekedar kuantitas.

Lalu bagaimana nasibnya jika tidak lulus UKDI? Para dokter yang tidak lulus diberi kesempatan untuk mengulang dan diberi pembinaan melalui fakultas kedokteran masing-masing. “Di Jepang maksimal tiga kali dokter diberi kesempatan mengikuti uji kompetensi. Tapi di sini masih diberi kesempatan hingga lulus,” kata Prijo. Ke depannya, ia mengatakan ada kemungkinan uji kompetensi itu tidak perlu lagi dilakukan jika kualitas pendidikan kedokteran sudah cukup baik.  Akan tetapi penulis kurang setuju dengan pernyataan bahwa kedepannya UKDI kemungkinan dihapuskan,karena sebagus apa pun kualitas kurikulum pendidikan dokter nantinya kualitas lulusannya belum tentu terbukti baik jika belum ada penilaian yang baik dan terstandarisasi. Saat ini, UKDI digelar tiap tiga bulan atau empat kali dalam setahun dimana sertifikat kompetensi akan berlaku selama tiga tahun.
Akan tetapi masih banyak mahasiswa yang acuh dan tidak paham terkait apa sesungguhnya UKDI tersebut, apakah teman-teman salah satunya? Tentu semoga saja tidak.

Siapkan dari sekarang dan rayakan kesuksesan dimasa yang akan datang!

2 thoughts on “UKDI: Uji Kompetensi Dokter Indonesia

  1. UKDI standarisasi…memberatkan lulusan dokter di daerah..yang ingin ukdi tetap ada cma dokter2 tua yg bela mati2 an untuk dokter yg kerja di RS atupun puskesmas harus ada sertifikasi UKDI padahal dia sendiri belum pernah mengikuti tes UKDI tsb.. Kalo mau standarisasi jgn tebang pilih..smua distandarisasi…kalo boleh jujur..dokter2 tua tsb jangankan ikut tes ukdi… Buat daftar ukdi saya jamin pasti gak bisa…krena ngedit digital foto 600x800piksel..dokter tua komputer aja dak ngerti karena blum ada di jamannya hehe
    dokter tua ikut tes ukdi dijamin 99 dak lulus yang lulus cma menkes sama yg buat soal

    • dilemanya adalah fakultas bisa meluluskan dokter yang tidak kompeten. keran masuk fk ‘terkondisikan’ semakin mudah untuk calon mahasiswa yang kaya, keran keluar dipersempit dengansaringan ukdi, jadilah mahasiswa didalamnya mampet, ga jelas mau kerja atau g🙂
      apa salah ukdi? ga kok, yang salah itu mekanisme seleksi di awal…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s